Pages

20 April 2014

Kisah Kakek Yang Memberikan Kepala Ikan Pada Sang Nenek

Alkisah pada suatu hari, diadakan sebuah pesta emas peringatan 50 tahun pernikahan sepasang kakek-nenek. Pesta ini pun dihadiri oleh keluarga besar kakek dan nenek tersebut beserta kerabat dekat dan kenalan.
Pasangan kakek-nenek ini dikenal sangat rukun, tidak pernah terdengar oleh siapapun bahkan pihak keluarga mengenai berita mereka perang mulut. Singkat kata mereka telah mengarungi bahtera pernikahan yang cukup lama bagi kebanyakan orang. Mereka telah dikaruniai anak-anak yang sudah dewasa dan mandiri baik secara ekonomi maupun pribadi. Pasangan tersebut merupakan gambaran sebuah keluarga yang sangat ideal.

Aku mencintaimu bukan masa lalumu

Aku duduk termangu di sudut ruangan itu. Takzim menikmati petuah-petuah yang mengalir lembut ke sanubariku. 6 tahun lebih aku merindukan hal ini. Karena kuliah di luar kota, memaksaku meninggalkan kebiasaanku yang telah kunikmati sejak masih duduk di bangku SMA.

17 April 2014

Zhang Da, Kisah Seorang Anak Teladan dari Negeri China

Sebuahkisah yang mengharukan dan bisa juga sebagai teladan untuk anak-anak jamansekarang, seorang anak yang dengan tekun merawat ayahnya yang sakit. Seoranganak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi daripemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan

12 April 2014

Kisah Nyata Mengharukan: Disaat Sholat, Imam Masjid Mendengar Jeritan Anaknya Yang Mau Tenggelam Di Laut"


Umur siapa yang tahu, demikian juga seorang pemuda, bagaimanapun kuatnya juga tak bisa mengelak dari hal tersebut. Kisah nyata ini diceritakan sendiri oleh pelakunya dan pernah disiarkan oleh Radio Al Qur’an di Makkah al Mukarramah. Kisah ini terjadi pada musim haji dua tahun yang lalu di daerah Syu’aibah, yaitu daerah pesisir pantai laut merah, terletak

Kisah Istri Sholihah yang mengharukan



Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi.

7 April 2014

Kopi Kehidupan


cup-coffee1Saya adalah penikmat kopi … Dan setelah saya rasa dan pikir hidup ini memang seperti kopi meski ditambah gula sebanyak banyaknya tetap saja ada rasa pahitnya, kalau kata Habibie di film “Habibie dan Ainun”  hidup ini memang berat tapi indah, #jleb :) kalau gak indah semua orang udah pada kabur duluan ke akhirat, kenyataan kan gak ada yang mau pulang ke akhirat jadi kesimpulan hidup ini indah, kan gitu yah? tapi memang kebiasaan kita nih sebagai manusia,

Barang Milikku yang Paling Berharga Adalah Kamu

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-SUW_ErRbB-Su0T3fzaOesavVcD1LEH7uZkmR4L7UgTEyN-LpE9IMVg4qh-UOEAkF7myJCfGn32D1gWyJoNMBRUNiOPzK3zGw7UkazqiMPVFmgbO6FtgjZmtVDtqJboKAsIJO_Ch3_Nk/s1600/couples.jpgAku sangat menyukai ucapan mama : “Barang milikku yang paling berharga adalah kamu!” Ucapan yang sangat menyejukkan hati, dan sampai sekarang aku masih mengingatnya...
Papa dan mama menikah karena dijodohkan orang tua, demikianlah yang dialami para muda-mudi di zaman itu, tapi hal ini sudah umum, tapi di zaman sekarang peristiwa itu sudah jarang terjadi, kebanyakan adalah hasil pilihan sendiri. Tapi mama sangat mencintai papa, demikian juga dengan papa dan tampak selalu mesra, akur bagaikan pasangan cinta sejoli. Sangat sulit dibayangkan bahwa pernikahan mereka pernah diterjang badai! Badai itu nyaris memisahkan mereka. hanya karena emosi sesaat saja!